unsur unsur isi proposal

Proposal Penelitian—1
UNSUR-UNSUR
PROPOSAL
PENELITIAN
Daftar Acuan:
Amirin, Tatang M. 1986. Menyusun Rencana Penelitian. PT Raja Grafindo Persada, Jakarta.
Arikunto, Suharsimi. 1998. Prosedur Penelitian: Suatu pendekatan praktek. Penerbit Rineka Cipta,
Yogyakarta.
Castetter, William B. dan Heisler, Richard S. 1984. Developing and Defending A Dissertation Proposal.
Fourth Edition. Graduate School of Education, University of Pennsylvania, Philadelphia,
Pennsylvania.
Program Pasca Sarjana UGM. 1997. Petunjuk Penulisan Usulan Penelitian dan Tesis. Program Pasca
Sarjana Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.
Digabung, diterjemahkan, disingkat dan dimodifikasi untuk kepentingan kuliah Metodologi Penelitian di
tingkat program pascasarjana oleh:
Achmad Djunaedi (2000).
Daftar Isi Bab ini: Halaman:
Unsur-unsur Isi Proposal & Keterkaitannya 2
Judul, Latar belakang, dan Rumusan permasalahan 3
Tujuan dan Lingkup penelitian 5
Tinjauan Pustaka 5
Landasan teori dan Hipotesis 6
Cara penelitian dan Jadwal penelitian 7
Daftar pustaka dan Lampiran 7
Hubungan antara Proposal dan Laporan penelitian 8
roposal atau usulan penelitian diperlukan untuk mengawali suatu kegiatan penelitian.
Propsoal tersebut perlu dikaji atau dievaluasi oleh pembimbing penelitian atau evaluator dari
pihak sponsor pemberi dana. Untuk memperlancar evaluasi atau kajian, proposal perlu
mengikuti format tertentu dalam hal susunan isi, pengetikan, dan pengesahan (yang diminta
oleh pembimbing atau evaluator). Dalam bab ini hanya format susunan isi yang dibahas,
sedangkan untuk format pengetikan dan pengesahan silahkan mengacu pada pedoman yang
berlaku.
P
2— Proposal Penelitian
Untuk membahas format susunan isi proposal penelitian, pertama dibahas unsurunsur
proposal beserta keterkaitan antar unsur tersebut. Bahasan selanjutnya menyangkut
tiap unsur, tetapi dibahas secara singkat dan dalam keterkaitannya dengan unsur -unsur
lainnya. Bahasan yang lebih panjang lebar dan terfokus hanya pada unsur-unsur—yang
dianggap terpenting—diberikan pada bab-bab tersendiri.
Unsur-unsur Isi Proposal dan Keterkaitannya
Secara umum, isi proposal penelitian meliputi.unsur-unsur sebagai berikut (menurut
pedoman penulisan tesis yang dikeluarkan oleh Program Pascasacrajan UGM, 1997):
1) Judul
2) Latar belakang & perumusan permasalahan (& keaslian penelitian, dan faedah yang
dapat diharapkan)
3) Tujuan dan Lingkup penelitian
4) Tinjauan Pustaka
5) Landasan Teori
6) Hipotesis
7) Cara penelitian
8) Jadwal penelitian
9) Daftar Pustaka
10) Lampiran
Keterkaitan antar unsur tersebut terlihat seperti pada gambar di bawah ini:
Gambar Prop-1: Keterkaitan antar unsur proposal penelitian
(sumber: Castetter dan Heisler, 1984: 2, Fig. 1)
Latar belakang
Rumusan
permasalahan
Judul
Tinjauan
Pustaka
Daftar
Pustaka
Jadwal
Penelitian
Cara
Penelitian
Tujuan &
Lingkup
Catatan:
Utama
Pendukung
Proposal Penelitian—3
Dari gambar di atas terlihat bahwa ada tiga unsur yang menjadi “sentral” keterkaitan
unsur-unsur proposal, yaitu: (a) rumusan permasalahan, (b) tinjauan pustaka, dan (c) cara
penelitian. Rumusan masalah berfungsi mengarahkan fokus penelitian, sedangkan tinjauan
pustaka merupakan dialog dengan khazanah ilmu pengetahuan, dan cara (metode)
penelitian menjadi cetak biru (rancangan) untuk pelaksanaan penelitian. Karena ketiga unsur
ini menjadi sentral dari isi proposal penelitian, maka bahasan dimulai dari ketiga unusr
tersebut. Bahasan di bawah ini bersifat singkat, sedangkan bahasan yang lebih panjang lebar
diberikan dalam bab-bab tersendiri.
Judul, Latar belakang, dan Rumusan Permasalahan
Bagian pertama atau awal sebuah proposal dimulai dengan (1) judul, disusul dengan
(2) latar belakang, (3) rumusan masalah, (4) keaslian penelitian, dan (5) faedah atau manfaat
penelitian.
Judul proposal penelitian
Judul merupakan gerbang pertama seseorang membaca sebuah proposal penelitian.
karena merupakan gerbang pertama, maka judul proposal penelitian perlu dapat menarik
minat orang lain untuk membaca. Judul perlu singkat tapi bermakna dan tentu saja harus
jelas terkait dengan isinya. Judul karya ilmiah berbeda dengan judul novel atau semacamnya
dalam hal kejelasan kaitannya dengan isi. Judul novel cenderung menarik minat pembaca
dengan mencerminkan suatu “misteri” tentang isinya sehingga pembaca tergelitik ingin tahu
isinya. Contoh judul novel: “Di Balik Kegelapan Malam”. Judul penelitian ilmiah biasanya
tidak perlu dimulai dengan kata “Studi…”, “Penelitian…”, “Kajian..” dan sebagainya
karena hal itu terlalu berlebihan. Demikian pula contohnya dalam dunia novel, tidak ada
judul yang berbunyi “Novel tentang di balik kegelapan malam”.
Judul sering berubah-ubah, makin singkat, dan makin tajam (sejalan dengan makin
tajamnya rumusan permasalahan). Bila memang tidak dapat dipersingkat, meskipun tetap
panjang, maka judul dapat dibuat bertingkat, yaitu judul utama, dan anak judul. Penghalusan
atau perubahan judul juga perlu mempertimbangkan bahwa judul tersebut akan diakses
(dicari) dengan komputer, sehingga pakailah kata atau istilah yang umum dalam bidang
ilmunya.
4— Proposal Penelitian
Latar belakang
Dua pertanyaan perlu dijawab dalam rangka mengisi bagian latar belakang ini, yaitu:
Mengapa kita memilih permasalahan ini? Apakah ada opini independen yang menunjang
diperlukannya penelitian ini?
Untuk menjawab pertanyaan “mengapa kita memilih permasalahan ini?”, maka
langkah pertama, kita perlu memilih bidang keilmuan yang kita ingin lakukan penelitiannya.
Pemilihan bidang tersebut diteruskan ke sub-bidang dan seterusnya hingga sampai pada
topik tertentu yang kita minati. Langkah kedua, kita perlu melakukan kajian terhadap
pustaka berkaitan .kemajuan terakhir ilmu pengetahuan dalam topik tersebut—untuk
mencari peluang pengembangan atau pemantapan teori.
Minar maupun peluang tersebut seringkali didorong oleh isu nyata dan aktual—yang
muncul di jurnal ilmiah terbaru atau artikel koran bermutu atau pidato penting dan aktual,
atau direkomendasikan oleh penelitian sebelumnya.. Ini semua merupakan opini independen
yang menunjang diperlukannya penelitian yang diusulkan tersebut.
Rumusan pe rmasalahan
Rumusan permasalahan perlu dituliskan secara singkat, jelas, mudah dipahami dan
mudah dipertahankan. Rumusan yang tersamar terkandung dalam alinea tidak diharapkan
karena memaksa pembaca untuk mencari sendiri dan menginterpretasikan sendiri bagianbagian
dari alinea atau kalimat-kalaimat yang bersifat rumusan permasalahan. Tuliskanlah
rumusan permasalahan sebagai kalimat terakhir dari bagian ini agar mudah dibaca (dan
mudah dicari)—bahasan lebih panjang lebar tentang cara-cara merumuskan permasalahan
termuat di bab tersendiri.
Keaslian penelitian
Dalam bagian ini, pada dasarnya, perlu kita tunjukkan (dengan dasar kajian
pustaka) bahwa permasalahan yang akan kita teliti belum pernah diteliti sebelumnya. Tapi
bila sudah pernah diteliti, maka perlu kita tunjukkan bahwa teori yang ada belum mantap
dan perlu diuji kembali. Kondisi sebaliknya juga berlaku, yaitu bila permasalahan tersebut
sudah pernah diteliti dan teori yang ada telah dianggap mantap, maka kita perlu mengganti
permasalahan (dalam arti: mencari judul lain).
Faedah yang diharapkan
Dalam bagian ini perlu ditunjukkan manfaat atau faedah yang diharapkan dari
penelitian ini untuk pengembangan ilmu pengetahuan dan atau pembangunan negara.
Manfaat bagi ilmu pengetahuan dapat berupa penemuan/pengembangan teori baru atau
pemantapan teori yang telah ada. Bagi pembangunan negara, apakah hasil penelitian ini
Proposal Penelitian—5
dapat diterapkan langsung ke praktek nyata? atau bila tidak langsung, jalur atau batu-batu
loncatannya apa saja?
Tujuan dan Lingkup Penelitian
Tujuan penelitian berkaitan dengan kedudukan permasalahan penelitian dalam
khazanah ilmu pengetahuan (yang tercermin dalam tinjauan pustaka). Kedudukan
permasalahan—dilihat dari pandangan tertentu—mempunyai lima macam kemungkinan,
yaitu; ekplorasi (masih “meraba-raba”), deskripsi (menjelaskan lebih lanjut), eksplanasi
(mengkonfirmasikan teori), prediksi (menjelaskan hubungan sebab-akibat), dan aksi
(aplikasi ke tindakan). Pandangan yang lain (Castetter dan Heisler, 1984: 9) membedakan
tujuan penelitian (purpose of study) menjadi sembilan, yaitu:
1) mengkaji (examine), mendeskripsikan (describe), atau menjelaskan (explain) suatu
fenomena unik;
2) meluaskan generalisasi suatu temuan tertentu;
3) menguji validitas suatu teori;
4) menutup kesenjangan antar teori (penjelasan, explanasions) yang ada;
5) memberikan penjelasan terhadap bukti-bukti yang bertentangan;
6) memperbaiki metodologi yang keliru;
7) memperbaiki interpretasi yang keliru;
8) mengatasi kesulitan dalam praktek;
9) memperbarui informasi, mengembangkan bukti longitudinal (dari masa ke masa).
Seringkali untuk mencapai tujuan memerlukan waktu yang “terlalu” lama atau
memerlukan tenaga yang “terlalu” besar. Agar penelitian dapat dikelola dengan baik, maka
perlu dilakukan pembatasan terhadap pencapaian tujuan. Pembatasan tersebut dilakukan
dengan membatasi lingkup penelitian. Pernyataan batasan lingkup ini juga berfungsi untuk
lebih mempertajam rumusan permasalahan.
Tinjauan Pustaka
Tinjauan pustaka memuat uraian sistematis dan bersifat diskusi tentang hasil-hasil
penelitian sebelumnya dan terkait serta ilmu pengetahuan mutakhir (berupa pustaka) yang
terkait dengan permasalahan. Tinjauan pustaka berbeda dengan resensi pustaka. Resensi
pustaka membahas pustaka satu demi satu, sedangkan tinjauan pustaka membahas
pustaka-pustaka per topik (bukan per pustaka), dalam bentuk debat atau diskusi antar
pustaka tentang suatu topik tertentu. Urutan topik diatur secara sitematis, dalam arti
6— Proposal Penelitian
terdapat suatu kerangka yang jelas dalam merangkai topik-topik tersebut dalam suatu
sistem.
Menurut Castetter dan Heisler (1984), tinjauan pustaka berfungsi:
1) untuk mempelajari sejarah permasalahan penelitian (sehingga dapat ditunjukkan
bahwa permasalahan tersebut belum pernah diteliti atau bila sudah pernah, teori yang
ada belum mantap);
2) untuk membantu pemilihan cara penelitian (dengan belajar dari pengalaman penelitian
sebelumnya);
3) untuk memahami kerangka atau latar belakang teoritis dari permasalahan yang diteliti
(hasil pemahaman tersebut dituliskan tersendiri sebagai “Landasan Teori”);
4) untuk memahami kelebihan atau kekurangan studi-studi terdahulu (tidak semua
penelitian menghasilkan temuan yang mantap);
5) untuk menghindarkan duplikasi yang tidak perlu (hasil fungsi ini dituliskan sebagai
“Keaslian penelitian”);
6) untuk memberi penalaran atau alasan pemilihan permasalahan (hasil fungsi ini
dituliskan sebagai “latar belakang”).
Catatan: Pustaka-pustaka yang diacu dalam tinjauan pustaka harus termuat informasinya
dalam “Daftar Pustaka”. Cara pengacuan secara konsisten perlu mengikuti corak (style)
tertentu.yang dianjurkan dalam pedoman penulisan tesis atau proposal penelitian.
Landasan Teori dan Hipotesis
Seperti diterangkan di bagian “Tinjauan Pustaka”, landasan teori diangkat
(disarikan) dari tinjauan pustaka tentang kerangka teori yang melatarbelakangi (menjadi
landasan) bagi permasalahan yang diteliti. Landasan teori merupakan satu set teori yang
dipilih oleh peneliti sebagai tuntunan untuk mengerjakan penelitian lebih lanjut dan juga
termasuk untuk menulis hipotesis. Landasan teori dapat berbentuk uraian kualitatif, model
matematis, atau persamaan-persamaan. Catatan: untuk beberapa macam penelitian (misal
penelitian yang berbasis paradigma fenomenologi) tidak boleh atau tidak perlu mempunyai
landasan teori dan hipotesis..
Hipotesis memuat pernyataan singkat yang disimpulkan dari landasan teori atau
tinjauan pustaka dan merupakan jawaban sementara (dugaan) terhadap permasalahan yang
diteliti. Karena diangkat dari landasan teori, maka hipotesis merupakan “kesimpulan
teoritik” (hasil perenungan teoritis) yang perlu diuji dengan kenyataan empirik. Hipotesis
masih perlu diuji kebenarannya, maka isi hipotesis harus bersifat dapat diuji atau dapat
dikonformasikan.
Proposal Penelitian—7
Menurut Borg dan Gall (dalam Arikunto, 1998: 70), penulisan hipotesis perlu
mengikuti persayaratan sebagai berikut:
a) dirumuskan secara singkat tapi jelas;
b) dengan nyata menunjukkan adanya hubungan antara dua variabel atau lebih;
c) didukung oleh teori-teori yang dikemukakan oleh para ahli atau peneliti yang terkait
(tercantum dalam landasan teori atau tinjauan pustaka).
Cara Penelitian dan Jadwal Penelitian
Secara umum, dalam cara penelitian perlu dijelaskan:
1) ragam penelitian yang dianut (Amirin, 1986: 89, menyebutkannya sebagai “corak”
penelitian)—lihat bab “Ragam Penelitian”;
2) variabel-variabel yang diteliti;
3) sumber data (tempat variabel berada; populasi dan sampelnya);
4) instrumen atau alat yang dipakai dalam pengumpulan data/survei (termasuk antara lain:
kuesioner);
5) cara pengumpulan data atau survei;
6) cara pengolahan dan analisis data.
Butir ke 5 dan 6 di atas juga dicerminkan dalam bentuk jadwal penelitian. Jadwal
penelitian menguraikan kegiatan dan waktu yang direncanakan dalam: (a) tahap-tahap
penelitian, (b) rincian kegiatan pada setiap tahap, dan (c) waktu yang diperlukan untuk
melaksanakan kegiatan tiap tahap. Jadwal dapat dipresentasikan dalam bentuk
tabel/matriks atau uraian narasi.
Daftar Pustaka dan Lampiran
Daftar Pustaka memuat informasi pustaka-pustaka yang diacu dalam proposal
penelitian. Kadangkala untuk menunjukkan bahwa peneliti membaca banyak pustaka, maka
dalam daftar pustaka dituliskan juga pustaka-pustaka yang nyatanya tidak diacu dalam
narasi proposal. Hal ini tidak dianjurkan untuk dilakukan, karena sudah umum bahwa
peneliti tentu membaca banyak pustaka dalam rangka penelitiannya.
Dalam daftar pustaka, biasanya, buku dan majalah tidak dipisahkan dalam daftar
sendiri-sendiri. Untuk penulisan daftar pustaka terdapat banyak corak tata penulisan—
ikutilah petunjuk yang berlaku dan terapkan corak tersebut secara konsisten.
Lampiran dapat diisi dengan materi yang “kurang penting” dalam arti “boleh dibaca
atau tidak dibaca”. Biasanya lampiran memuat antara lain: kuesioner dan daftar sumber data
8— Proposal Penelitian
yang akan dikunjungi atau diambil datanya. Sebaiknya jumlah halaman lampiran tidak terlalu
banyak agar tidak terasa lebih penting dibanding dengan isi utamanya.
Hubungan antara Proposal dan Laporan Penelitian
Penyusunan proposal sebenarnya merupakan kegiatan yang menerus, meskipun
pada saat yang telah ditetapkan kita harus memasukkan proposal untuk dievaluasi. Proposal
yang telah selesai dievaluasi dan diterima untuk dilaksanakan tetap harus dikembangkan
penulisannya. Isi proposal akan menjadi bahan awal bagi penulisan laporan penelitian, yaitu
terlihat pada tabel di bawah ini:
Tabel Prop-1: Hubungan antara isi proposal dengan isi laporan penelitian
Isi Laporan penelitian Isi Proposal sebagai bahan awal*
laporan penelitian
Bab I. Pendahuluan - Latar belakang, rumusan permasalahan,
keaslian penelitian dan faedah yang
diharapkan
- Tujuan dan lingkup penelitian
Bab II Tinjauan Pustaka - Tinjauan Pustaka
- Landasan Teori
- Hipotesis
Bab III Metode Penelitian - Cara penelitian
- Jadwal penelitian
Lampiran - Lampiran
Catatan: * Bahan awal tersebut perlu dikembangkan terus sejalan dengan berjalannya
penelitian.

Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "unsur unsur isi proposal"