macam macam penyakit tanaman pisang





ULAT PENGGULUNG DAUN (Erienota thrax.)

Penyebabnya adalah ulat Erionata thrax. Larva yang baru menetas memakan daun pisang dengan membuat gulungan daun. Seluruh siklus hidupnya terjadi di dalam gulungan daun. Daun terpotong-potong karena tergulung dan jika dibiarkan tanaman akan menjadi gundul.

Cara pengendaliannya adalah secara fisik, telur, ulat dan daun yang terkumpul kemudian dilenyapkan, selain itu dilakukan dengan memangkas daun yang terserang kemudian dibakar. Secara teknis daun pisang muda dirobek-robek agar ulat tidak bisa menggulung daun dan secara kimia dilakukan dengan penyemprotan insektisida beracun kontak maupun beracun perut yang dilakukan saat telur baru saja menetas misalnya Diazinon 60 EC, Bayrusil 250 EC sesuai dengan dosis yang tertera pada kemasan.Dapat juga digunakan insektisida yang bersifat sistemik akan lebih efektif mengingat ulat daun ini tersembunyi dalam gulungan daun.dengan menggunakan insektisida yang cocok belum ada, dapat dicoba dengan insektisida Malathion.




Bagian yang diserang adalah daun. Gejala: daun menggulung seperti selubung dan sobek hingga tulang daun.




============================================



URET KUMBANG (PENGGEREK BONGGOL) (Cosmopolites sordidus)

Bagian yang diserang adalah kelopak daun, batang. Larva penggerek bonggol membuat terowongan pada bonggol pisang yang merupakan tempat masuknya bibit penyakit lain seperti Fusarium. Kerusakan berakibat lemahnya sistem perakaran dan transportasi makanan terhenti. Gejala serangan terlihat daun menguning dan ukuran tandan berkurang sehingga produksi menurun. Cara Pengendaliannya yaitu dengan sanitasi lingkungan, menangkap kumbang dewasa dengan perangkap yang terbuat dari bonggol pisang, menggunakan musuh alami dan insektisida berbahan aktif karbofuran dan monokrotofos dengan dosis seperti tertera pada kemasan.

Gejala:

lorong-lorong ke atas/bawah dalam kelopak daun, batang pisang penuh lorong. Pengendalian:
sanitasi rumpun pisang, bersihkan rumpun dari sisa batang pisang, gunakan bibit
yang telah disucihamakan.



==============================================





PENGGEREK BATANG (Odoiporus longicolis (Oliv)

Kerusakan akibat hama ini ditandai dengan adanya lubang disepanjang batang semu. Cara pengendaliannya yaitu : dengan sanitasi kebun, menggunakan musuh alami Plaesius javanicus dan penggunaan insektisida berbahan aktif Carbofuran.



===============================================





THRIPS (Chaetanaphotrips signipennis)

Hama ini menyerang bunga dan buah muda, akibatnya terdapat binti8k-bintik dan goresan pada kulit buah yang telah tua. Cara pengendaliannya yaitu dengan membungkus tandan buah saat bunga akan mekar dan penyaputan tangkai tandan dengan insektisida berbahan aktif monocrotophos.





===================================================================



URET

Penyebabnya adalah hama uret, gejala serangan tampak pada batang yang berlubang hingga ke umbi bagian bawah. Gejala ini bisa tampak pada anakan pisang dan bibit yang masih muda. Pengendalian dilakukan dengan mencelupkan bibit pisang ke dalam larutan insektisida selama 15 menit.



===================================================================







NEMATODA (Rotulenchus similis, Radopholus similis).

Bagian yang diserang adalah akar. Gejala: tanaman kelihatan merana, terbentuk
rongga atau bintik kecil di dalam akar, akar bengkak. Pengendalian: gunakan
bibit yang telah disucihamakan, tingkatkan humus tanah dan gunakan lahan
dengan kadar lempung kecil.

Penyebabnya adalah hama Nematoda Radopholus similis, gejala serangan yang nampak tanaman menjadi kerdil, akar tampak berbintik-bintik gelap, buah menjadi sedikit dan kecil-kecil. Pengendalian untuk mencegah nematoda ini diusahakan agar di sekitar tanaman pisang terdapat cacing gelang karena cacing ini bisa menghambat perkembangan nematoda. Dapat digunakan Furadan 3G yang dibenamkan di sekitar tanaman pisang.







========================================================================







ULAT BUNGA DAN BUAH (BURIK BUAH) (Nacoleila octasema.)

Bagian yang diserang adalah bunga dan buah. Gejala: pertumbuhan buah
abnormal, kulit buah berkudis. Adanya ulat sedikitnya 70 ekor di tandan pisang.
Pengendalian: dengan menggunakan insektisida.

Serangan hama yang menyebabkan burik buah menyebabkan perkembangan buah menjadi terhambat, menimbulkan kudis pada buah sehingga menurunkan kualitas buah. Hama ini meletakkan telurnya diantara pelepah bunga dan segera setelah bunga muncul dari tanaman pisang. Hama langsung menggerek pelepah bunga dan bakal buah, terutama saat buah masih dilindungi oleh pelepah buah. Cara pengendaliannya yaitu dengan membungkus tandan buah saat bunga akan mekar.




=======================================================================






KUDIS BUAH PISANG

Penyebabnya adalah ngengat Nicoleia octamena . Gejala yang nampak seperti ada tato atau kudis sehingga kualitas buah turun karena kulit menjadi kasar, bentuk dan ukuran buah menjadi tidak sempurna. Pengendalian dengan cara penyemprotan insektisida pada jantung pisang yang telah terbuka seludangnya. Jenis insektisida yang efektif adalah Nogos 50 EC atau Basudin 60 EC. (siti hafsah husas, PP Pusbangluhtan)













REFERENSI

1. Teknologi Budidaya Pisang, Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian, Badan Penelitian dan Pengembangan pertanian, 2008.

2. Informasi Teknis Pisang, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Balai Penelitian Tanaman Buah, Deptan, 2000

 http://planthospital.blogspot.com/2012/01/bahan-organik-tanah.html

Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "macam macam penyakit tanaman pisang"